Mengasah Bakat dan Minat Anak di Sanggar Karimullah, Program Rutin DPD LDII Jakarta Selatan

Jakarta Selatan (12/5). Sanggar Karimullah dari Pokja Pembina Penggerak Generus Jakarta Selatan kembali mengadakan kelas melukis usia dewasa yang mengajak generasi muda mengekspresikan imajinasi dan kreativitas mereka di atas kanvas. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 12 Mei 2025, bertempat di Masjid Baitul Fatah, Jl Lapangan Tembak, Cilandak ini merupakan perpaduan antara teori, praktik, dan kreasi seni lukis yang menarik. Kelas ini dikhususkan bagi peserta berusia 17 sampai 25 tahun dan dipandu Andi Sailan.

Pelatihan seni melukis ini bertujuan untuk mengembangkan bakat sekaligus meningkatkan kreativitas generasi muda sebagai penerus bangsa. Selain itu, kelas ini juga menjadi wadah ekspresi seni yang memberikan ruang bagi pemuda dan pemudi untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka melalui media lukis.

Peserta diperkenalkan dengan teknik melukis tradisional maupun modern, sebagai bagian dari upaya pelestarian seni budaya Indonesia. Materi teknik teknis mulai dari penggunaan warna, komposisi hingga pengenalan alat-alat lukis. Menurut Andi, “Selain aspek teknis dan sosial, melukis juga dipandang sebagai metode terapi psikologis yang efektif, memungkinkan peserta mengekspresikan emosi dan melepaskan stres dengan cara yang sehat dan menyenangkan.”

Pelaksanaan kali ini bukan yang pertama, dan pihak penyelenggara berencana untuk melaksanakan batch ketiga dan keempat dalam tahun ini guna memberikan kesempatan lebih banyak bagi masyarakat untuk bergabung. Menurut Andi Sailan, pengisi acara sekaligus instruktur kelas melukis, kegiatan ini dirancang agar peserta merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman belajar seni yang bermakna serta menyenangkan.

Mulyono, Ketua DPD LDII Jakarta Selatan, menyatakan, “Kegiatan pelatihan seni melukis ini rutin kami adakan di Sanggar Karimullah, naungan DPD LDII Jakarta Selatan. Tujuannya agar anak-anak dan masyarakat sekitar memiliki kegiatan positif yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kami ingin membuka ruang bagi siapa saja yang ingin mengembangkan kreativitas sekaligus menyalurkan energi dengan cara yang bermanfaat dan menyenangkan.”

Para peserta yang mengikuti kelas ini memberikan kesan yang sangat positif dan mengapresiasi pengalaman baru yang mereka peroleh. Banyak dari mereka yang awalnya ragu karena belum pernah memegang kuas, namun berkat pelatihan ini mereka akhirnya jatuh cinta pada proses melukis dan merasakan pengalaman yang istimewa. Beberapa peserta menyatakan bahwa melukis menjadi media ekspresi diri yang efektif untuk melepas penat dan stres di tengah kesibukan sehari-hari. Mereka juga merasa terbantu dengan bimbingan instruktur yang sabar dalam mengajarkan teknik dasar hingga tips komposisi warna sehingga kini mereka lebih percaya diri bereksperimen dalam berkarya. Selain belajar, suasana kelas yang hangat dan penuh semangat membuat para peserta merasa senang bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan seni tapi juga ajang silaturahmi dan saling menginspirasi.

Para peserta pun berpesan agar kegiatan serupa dapat terus diadakan secara rutin dengan variasi tema atau teknik yang lebih beragam, seperti lukisan abstrak atau alam benda, agar dapat menjangkau lebih banyak peminat seni. Mereka juga mengajak calon peserta lain untuk tidak takut mencoba hal baru, sebab usia bukanlah halangan untuk belajar dan melukis dapat menjadi terapi sekaligus investasi kebahagiaan diri. Pesan hangat juga disampaikan untuk para instruktur sebagai ungkapan terima kasih atas kesabaran dan ilmu yang telah dibagikan, dengan harapan semakin banyak orang yang akan tergugah untuk mencintai seni lukis.(*)

Artikel Terkait